Kudus Gagal Panen Durian dan Rambutan

Ilustrasi pohon durian

Tirtanews.id, KUDUS - Menjelang pertengahan Desember 2020, belum/tidak banyak ditemukan “warung tiban” yang menjual aneka buah- buahan. Khususnya buah durian dan rambutan di dalam kota Kudus maupun sejumlah desa/kecamatan.

Bahkan Desa Rejosari Kecamatan Dawe yang telah ditetapkan Dinas Pertanian Kabupaten Kudus sebagai sentra durian dan rambutan nyaris tidak “tercium” bau durian yang khas.

Dua hari terakhir saat Tirtanews melewati Desa Rejosari yang juga telah ditetapkan Pemkab Kudus sebagai desa rintisan wisata hanya beberapa warung di pinggir jalan raya yang menjajakan durian dan rambutan. Terlihat lebih banyak duriannya dan itu pun jumlahnya relatif sedikit.

Tahun lalu, tepatnya pada Minggu 22 Desember 2019, di desa ini digelar Festival Ngunduh Durian dan Rambutan yang digelar kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Gerakan Endahing Margorejo Asri (Gema) yang diketuai Muhamad Syukur. Festival ini kata Syukur digelar secara rutin setiap tahun.

Festival ngunduh durian dan rambutan desa Rejosari 22 desember 2019 (foto detiknews)

Sementara pihak Pemerintahan Desa Rejosari menambahkan pada umumnya panen raya durian dan rambutan bersamaan. Berlangsung setiap Desember – Januari.

Diduga akibat iklim/cuaca yang tidak mendukung, maka banyak calon buah yang berguguran sebelum menjadi besar/menghasilkan - siap panen. “Calon buahnya cukup banyak Pak, tapi hampir setiap hari gogrok. Kemungkinan besar tidak bisa panen tahun ini “ujar sejumlah penduduk Desa Rejosari saat berbincang dengan Tirtanews.(Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar