Lantai “Ajaib” di SMP 2 Kudus Mampu Menyerap Hawa Panas

Lantai batu granit

Tirtanews.id, KUDUS - Sebagian lantai gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri II yang terletak di Jalan Sudirman nomor 82 Kudus dan terdiri dari enam lokal (ruangan) terbuat dari batu granit.

Batu granit tergolong batuan beku plutonik (intrusi) yang terbentuk di kedalaman 15-20 kilometer dari muka bumi. Mempunyai kristal sempurna dengan testur holokristalin.

“Dibanding dengan lantai keramik, maka lantai granit ini memiliki banyak kelebihan. Antara lain menyerap hawa panas(saat musim kemarau dingin, sebaliknya musim penghujan hangat). Lebih berkualitas dan harganya tiga kali lipat dari lantai dari bahan keramik ” tegas Tri Memek dan Deny dari kelompok kerja Balai Pelestarian Peninggalan Purbaka (BP3) Provinsi Jawa Tengah (sekarang Balai Pelestari Cagar Budaya/BPCB).

Sedang Granit asal dari bahasa latin granum dan artinya butir padi. Batuan ini berasal dari dalam perut bumi dan terbentuk melalui muntahan magma. Ditemukan di pinggir pantai, sungai besar dan dasar sungai.

“Kami belum meneliti batu granit lantai gedung SMP negeri II Kudus apakah dari luar daerah atau dari Kudus saja. Mengingat kabupaten ini terletak di kawasan Gunung Muria (1.602 meter di atas permukaan laut) yang antara lain memiliki berbagai jenis batuan tua, ” tambah Tri Memek.

Gedung SMP II tersebut telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya (BCB) dengan nomor inventaris 11-19/Kud/30/TB/04 September 2005,.

Menurut kelompok kerja Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Provinsi Jawa Tengah, SMP Negeri II tersebut didirikan pada abad ke-19 dan sebagian besar berlantai dari bahan batu granit berukuran 50 x 50 centimeter. Jendela dan pintunya berukuran di atas rata-rata (jauh lebih panjang/tinggi) terbuat dari kayu jati. Begitu pula kerangka bangunan bagian atas

Kepala SMP Negeri II Kudus, Muhamad Taufiq (pejabat lama) membenarkan sebagian besar lantai berbahan bahan baku batu granit tersebut ditutup dengan lantai keramik. Sebagian lagi sempat dibongkar dan dipindah serta dijadikan lantai di depan teras pintu gerbang kantor Sebagian kecil lainnya, dipasang di depan kantin sekolahan

Pihak BP3 Jawa Tengah per April 2009 telah merekomendasikan kepada kepala SMP Negeri Kudus untuk membongkar lantai keramik, membongkar dinding yang sudah mulai mengeropos dan merobohkan tangga beton yang menuju ruang laboratorium di lantai II karena sebagian krepus terkepras dan mengakibatkan bentuk keaslian sedikit berubah.

Selain SMP II, yang juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya adalah SMP I, SMP IV di Jalan Sunan Muria maupun SMP III di Jalan Jendral Sudirman. Pada umumnya bangunan lama ke empat SMP tersebut sampai sekarang masih tetap utuh. Meski di sekelilingnya telah dibangun bangunan baru sebagai perluasan sekolahan.(Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar