Pembangunan Talud Jalan Pasuruhan Kidul dan Pasuruhan Lor Tanpa “Benol”

Proses pembangunan talud jalan Pasuruhan Lor - Kencing (foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Proses pembangunan talud jalan yang menghubungkan Sempalan – Pasuruhan Kidul dan Pasuruhan Lor – Kencing Kecamatan Jati Kabupaten Kudus diduga terjadi sejumlah penyimpangan.

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, pembangunan talud tersebut tidak menggunakan “benol” atau tanpa lantai dasar. Selain itu kondisi di lokasi - khususnya di Pasuruhan Lor – Kencing kondisi galian tanahnya masih terlihat genangan air. Seharusnya sesuai teknik yang benar, kondisinya harus benar benar kering.

Proses pembangunan talud jalan  sempalan - Pasuruhan Kidul (foto Grace)

Kasban selaku mandor pembangunan talud Pasuruhan Lor – Kencing yang ditemui di lokasi proyek pembangunan membenarkan hal itu. Air berasal dari luapan air persawahan setempat. “Lagi pula lokasinya memang number (mengandung air). Kami akan perbaiki Pak,” ujarnya.

Ia menambahkan pembangunan talud jalan ini baru dimulai Senin 31 November 2020 dan dijadwalkan harus selesai Minggu 20/12/2020. “Kami mengerahkan tenaga kerja 10 orang per hari dengan sistem pengupahan harian. Sedang panjang talud sekitar 350 meter. Untuk papan nama masih dalam proses penyelesaian” ujar warga Gulang ini.

Sedang pembangunan talud jalan Sempalan – Pasuruhan Kidul sesuai tulisan dalam papan nama proyek jangka waktu pengerjaan 24 hari kalender Namun tidak dicantumkan tanggal/bulan/tahunnya.

Papan nama proyek Sempalan - Pasuruhan Kidul (foto Grace)

Anggarannya dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebenar Rp 133.000.637,- Dengan penyedia jasa CV Aszam Putra dan konsultan teknik CV Sandi ka.

Sedang papan nama yang terpasang di sebuah pohon di tepi sawah antara perempatan jalan Pasuruhan Lor- Pasuruhan Kidul- Sempalan- Kencing tertulis paket pekerjaan pembangunan talud jalan Pasuruhan Lor – Kencing. Tanggal 24 Agustus 2020. Biaya Rp 195.520.000,- dan penyedia jasa CV Bokama Jaja Mandiri.

Papan nama proyek yang dipasang di sebuah pohon (foto Grace)

Dua papan nama proyek itu tidak lengkap uraiannya. Antara lain tidak tertulis panjang, lebar talud yang dikerjakan. Padahal pemasangan papan nama proyek antara lain dimaksudkan secara tidak langsung bentuk laporan secara tertulis antara kontraktor, warga dan instansi/dinas yang bertanggung jawab terhadap proyek itu sendiri.

Dilihat dari dua papan nama itu sendiri sebenarnya sudah terlihat ketidak-cermatan dalam menulis data dan administrasinya. Apalagi proses pembangunan phisiknya. (Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar