Perempatan Jalan Lingkar Barat Kudus, Lampune Uwis Urip

Menyala lampu seputar perempatan jalan lingkar barat Kudus perempatan jalngan Ngaringan (foto Abu Bakar)

Tirtanews.id, KUDUS - Hore lampune uwis urip, Hore lampunya sudah hidup. teriak puluhan warga yang kebetulan melintas di perempatan jalan lingkar barat Kudus. Atau yang dikenal dengan perempatan Ngaringan.

Sebagian lampu penerangan jalan umum di perempatan jalan lingkar barat Kudus perempatan Ngaringan masih nampak padam (foto Abu Bakar)

Meski sudah menanti sekitar sebulan sejak mereka berkirim surat kepada Pemkab Kudus belum pernah ditanggapi, tapi dengan menyalanya kembali sejumlah lampu penerangan jalan umum di seputar perempatan Ngaringan itu disambut gembira dan terimakasih warga. 

“Ya seharusnya begitulah. Ketika menerima laporan warga, dicek, lalu ditindak  lanjuti. Baru setelah ditulis di media sosial/online secepatnya dibenahi dengan cepat, ”tutur Abu Bakar, warga Desa Klumpit Kecamatan Gebog.

Bersama dengan, Yatman, Andre Raja King, Bakhul Anwar dan Haji Samcowi, Senin malam (21/12/2020), mereka menyaksikan keramaian lalulintas di perempatan jalan lingkar barat, Dengan diterangi sejumlah lampu penerangan jalan. Pengguna lalulintas tentu saja sangat terbantu dengan menyalanya lampu lampu tersebut.


Perempatan jalan ini memang tergolong padat lalulintas, karena menghubungkan ruas jalan menuju/dari seputar RSI Sunan Kudus/Jalan Raya Kudus - Jepara. Desa Klumpit, Karangampel, Getasrabi dan sekitarnya.

Puluhan tiang lampu penerangan jalan yang belum terpasang di tergolek di tepi jalan lingkar barat kudus. (Foto Grace)

Sedang berdasarkan pengamatan Tirtanews, Senin siang (21/12/2020) sebagian besar ruas jalan lingkar barat belum ada lampu penerangan jalan. Baik sisi kanan maupun sisi kiri. Meski tiang-tiangnya sudah terpasang. Bahkan sekitar 200 meter dari arah perempatan jalan Jetak Kaliwungu, terlihat puluhan tiang listrik dari bahan baku batu tergeletak di tepi jalan.(Grace)

BERITA LAINYA