Piramida, Salah Satu Dari Tujuh Keajaiban Dunia Dibangun 2.560 SM, 10.000 pekerja, 13 ekor lembu, 15 Kambing per hari

Piramida Mesir (Shutterstock)

Tirtanews.id, KUDUS - Piramida terletak sekitar 18 kilometer barat laut Kota Kairo. Salah satu diantara tujuh keajaiban di dunia.

Menurut pakar arkeologi Mesir, Zahi Hawass, kelompok kelas menengah pada era Mesir kuno mengirim pekerja untuk membangun proyek piramida sebagai penghormatan kepada raja dengan imbalan mereka dibebaskan dari pajak.

Bahkan tidak sedikit dari para pekerja itu adalah kaum terdidik pada zamannya karena proyek pembangunan piramida butuh kemampuan arsitektur yang tinggi.

Para pekerja yang dikirim kaum kelas menengah itu bekerja sepanjang tahun dengan memindah bebatuan untuk pembangunan proyek piramida. Mereka memiliki libur satu hari dalam setiap 10 hari kerja.

Berbagai hasil penelitian menyebutkan, pembangunan piramida besar butuh waktu sekitar 20 tahun.Diperkirakan 10.000 pekerja terlibat dalam pembangunan proyek piramida tersebut, yang terdiri dari kaum lelaki juga wanita.

Setiap hari dikirim 13 lembu dan 15 kambing untuk konsumsi para pekerja itu. Para pekerja dari kaum wanita banyak terlibat dalam penyiapan konsumsi dengan memasak daging lembu dan kambing serta pengeringan ikan.

Zahi Hawass mengatakan, pembangunan kompleks piramida itu sangat manusiawi. Hal itu membantah asumsi dan opini bahwa pembangunan kompleks piramida dikerjakan para budak atau sering disebut pembangunan piramida adalah lambang perbudakan pada era Mesir kuno.

Hawass mengungkapkan, bebatuan yang digunakan untuk membangun piramida diambil dari dataran tinggi di wilayah Giza sendiri. Bukan diangkut dari tempat yang jauh dari Giza.

Awal Desember cuaca kota Kairo cukup cerah. Hangatnya sinar matahari pun cukup terasa menyirami seluruh badan

Menjelang tiba di kompleks piramida-kompleks itu berada di ketinggian wilayah Giza. Dari jauh terlihat gagahnya deretan piramida yang tampak terang benderang terkena siraman sinar matahari.

Semakin mendekati kompleks piramida, kepala tak terasa mendongak melihat bangunan raksasa, menjulang tinggi yang dibangun dari bebatuan dengan disusun rapi keatas itu.

Dari bawah, bangunan itu terlihat seperti kotak yang lebar lalu semakin ke atas susunan batu-batu persegi itu disusun mengerucut. Itulah piramida. Piramida adalah ikon peradaban negeri Mesir.

Dalam kompleks piramida itu, terdapat tiga piramida yang tegak berjejer, yaitu Khufu, Khafredan Menkaure. Piramida yang terbesar atau disebut Piramida Besar. Berketinggian 147 meter. Dibangun untuk tempat kuburan raja Khufu-raja kedua yang memerintah pada 2589 sebelum Masehi (SM)-2566 SM di era dinasti IV Mesir kuno.

Dinasti IV 2613 SM-2494 SM adalah masa keemasan dari era dinasti lama 2700-2200 SM. Adapun piramida yang memiliki ukuran menengah dengan tinggi mencapai 143 meter dibangun untuk kuburan Raja Khafre - raja ke empat 2558 SM-2532 SM dalam dinasti IV.

Piramida terkecil memiliki tinggi 66 meter dibangun untuk kuburan Raja Menkaure - raja ke lima 2532 SM-2503 SM dalam dinasti IV.

Jarak antara Piramida Khufu, Khafre, dan Menkaure hanya beberapa ratus meter. Ke-tiganya berjejer dari arah utara ke arah barat daya.

Ada pemeo, piramida adalah Mesir dan Mesir adalah piramida. Pameo itu untuk menunjukkan, piramida itu adalah symbol peradaban Mesir yang sering dibanggakan sebagai salah satu tertua di muka bumi ini.

Rakyat Mesir dengan bangga senantiasa menegaskan piramida dibangun nenek moyang mereka sendiri atau rakyat Mesir kuno.

Rakyat Mesir bangga pula piramida menjadi lambang kemajuan peradaban nenek moyang mereka yang diyakini merupakan peradaban termaju pada zamannya.

Siapa pun kini akan kagum dan terkesima memandang arsitek dan proses pembangunan bangunan raksasa menjulang tinggi berbentuk piramida itu. Berarti, usia bangunan yang disebut piramida itu kini sudah 4580 tahun.

Para ahli dari mancanegara tidak henti-hentinya meneliti tentang segala sesuatu terkait misteri piramida itu. Banyak kisah eksklusif tentang piramida dan rakyat Mesir kuno yang membangunnya.

Kisah bentuk piramida yang lebar di bawah kemudian me-ngerucut menjulang tinggi ke-atas merupakan pengejawan-tahan dari Dewa Matahari - yang merupakan Tuhan rakyat Mesir kuno.

Pada era Mesir kuno, siapapun yang mampu membuat kompleks kuburannya sendiri diizinkan menggunakan bentuk atau lambang yang berkaitan dengan keilahian.

Piramida pun menjadi andalan pariwisata Mesir.Pada periode 2018-2019, industri wisata di Mesir berhasil meraup devisa 12,57 miliar dollar AS.

Menurut laporan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO), wisatawan asing yang mengunjungi Mesir pada tahun 2019 mencapai 13,6 juta orang.

Pada masa awal pandemi Covid-19, kompleks piramida sempat ditutup beberapa bulan untuk kunjungan turis. Pada pertengahan Juli lalu, Pemerintah Mesir membuka kembali kompleks piramida itu untuk kunjungan turis setelah sekitar empat bulan ditutup dalam upaya mencegah penularan Covid-19.(Disarikan dari Kompas/Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar