Selamat Jalan Mas Alex Achlis, Salah Satu Wartawan Senior di Kudus Meninggal

Ilustrasi wartawan

Tirtanews.id, KUDUS - Alex Achlis yang sering disapa mas Alex, meninggal dunia pada Rabu (23/12/2020) dalam usia 75 tahun. Dimakamkan di pekuburan umum Desa Ploso Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, Kamis (24/12/2020) Ia tergolong salah satu wartawan senior di Kota Kretek.

Saya kenal dengan mas Alex sejak saya menjadi wartawan pemula di Kudus pada sekitar tahun 1976. Saat itu di Kudus hanya ada tiga wartawan yang lebih di kenal di kalangan pemerintah daerah (Pemda), Yaitu Alex sebagai koresponden harian Kartika Semarang, Moch Soleh AK (Suara Merdeka Semarang) dan Bandelan Amarudin.

Kemudian saya, Bachtiar S dan Soenarto AY (sudah lama meninggal) mulai bergabung. Namun sebenarnya ada tiga rekan lain yang juga menjadi koresponden di sejumlah majalah. Satu diantaranya adalah Totok Yuliadi, ia meninggal saat menunaikan ibadah haji dalam usia yang relatif masih muda, Ada lagi seorang rekan yang tinggal di seputar Wergu, Namun jarang berkumpul dengan kami.

Mas Alex yang bertubuh pendek, berkulit bersih, dalam keseharian meliput berita selalu ceria. Rumahnya yang hanya beberapa meter barat Masjid Agung, sering dijadikan tempat ngobrol. Ia termasuk perokok berat, namun sangat jarang dilanda sakit.

Isterinya yang sehari harinya guru SD Al Islam sebelah barat Kantor PPRK Kudus cukup supel dan sering gabung ngobrol ngalor ngidul. Anaknya dua orang. Satu laki laki yang bernama Ivanovis Agusta, setelah selesai kuliah sering menulis di harian Kompas. Sedang satu anaknya lagi perempuan, saya (maaf) tidak hafal namanya

Setelah saya pindah ke harian Kompas Jakarta dan mas Alex pindah ke harian Pikiran Rakyat Bandung, kami mulai jarang bertemu, karena disibukkan tugas masing masing. Sempat liputan bareng satu mobil di salah satu pondok pesantren di Demak. Saya sempat membaca tulisan bersambung tentang Masjid Agung Demak. Cukup menarik.

Saat pensiun dari Pikiran Rakyat mas Alex banyak meluangkan waktu olahraga pagi jalan kaki mengelilingi Alun Alun Simpang Tujuh. Sedang saya karena terpaut usianya sekitar empat tahun, masih aktif menulis hingga sekarang, sehingga jarang pula ketemu.

Kamis pagi (24/12/2020) saya memperoleh info dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus, dari Karyati (wartawati), Martinus Basuki (pendidik dan mantan wartawan Berita Nasional Jogya). Isinya tentang “kepergian” mas Alex.

Kini di Kabupaten Kudus jumlah wartawannya cetak, elektronik dan “online” mencapai puluhan orang tua maupun muda yang menggantikan peran dan tugas mas Alex. Selamat jalan Mas Alex.(Grace)

BERITA LAINYA