Sosok : Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama

Yaqut Cholil Qoumas (foto Instagram @gusyaqut)

Tirtanews.id - Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju. Ia menggantikan Fachrul Razi.

Selain Yaqut, Presiden Jokowi juga menetapkan Tri Rismamaharini sebagai Menteri Sosial. Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), Sandiaga Uno (Menteri pariwisata ekonomi kreatif) dan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan.

Ke enam sosok tersebut disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (22/12/2020).Menteri baru ini akan dilantik pada Rabu (23/12/2020).

Gus Yaqut adalah putra kiai ternama, KH Muhammad Cholil Bisri salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia lahir di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, 4 Januari 1975.

Merintis karier politik di PKB. Pada 2005, ia menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang. Akan tetapi, jabatan di DPRD tersebut ditinggalkan. Sebab, pada tahun yang sama, Gus Yaqut terpilih sebagai Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010.

Pada 2011, ia menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Rembang. Selanjutnya, pada 2015, Gus Yaqut terpilih sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah.

Gus Yaqut menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Ia mengantikan posisi Hanif Dhakiri yang ditunjuk sebagai Menteri Tenaga Kerja. Lalu, pada 2015, Gus Yaqut terpilih sebagai Ketu umum GP Ansor periode 2015-2020 menggantikan Nusron Wahid.

Sedang total kekayaan Gus Yaqut sebanyak Rp 936.396.000. Jumlah tersebut berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 19 Juni 2019.

Pada 26 September 2019, Gus Yaqut menghadiri audiensi umum dan bertemu dengan Paus Fransiskus di lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada 25 September 2019.

Kedatangannya ke Vatikan tersebut mendukung dokumen Human Fraternity for Wolrd Peace and Living Together yang didengungkan Paus Fransiskus dengan Grand Syech Al-Alzhar.

Selain dukungan, Yaqut yang menjabat Ketua Umum GP Ansor juga menyampaikan dokumen GP Ansor Declaration on Humanitarian Islam.

Dokumen tersebut menyerukan untuk membangun konsensus global demi mencegah agama dijadikan sebagai senjata politik, khususnya Islam, dan kampanye perdamaian Islam yang ramah.

Ketika bertemu langsung dengan Paus, ia menyampaikan kehidupan beragama di Indonesia yang harmonis.

Tak hanya soal kerukunan umat, Gus Yaqut pernah memberi masukan pada Wakil Presiden Ma'ruf Amin terkait ekonomi syariah dan penegakan hukum.

Gus Yaqut menilai masyarakat mengharapkan adanya sikap pemerintah dalam mengatasi kemiskinan dan penegakan hukum, yang salah satunya dapat diatasi dengan ekonomi syariah. Ia adalah putra Rembang kali pertama yang ditunjuk sebagai Menteri Agama. (sumber Kompas/Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar