Tawon Ndas Merajalela di Desa Kandangmas dan Japan Entupnya Mematikan, Sudah Dimusnahkan

Dua petugas dengan pakaian khusus mengamankan sarang tawon ndas di salah rumah warga Desa Kandangmas Dawe Kudus

Tirtanews.id, KUDUS - Tawon “ndas” (kepala) (vespa affinis) yang sempat meresahkan warga Dukuh Masin Desa Kandangmas RT 02/RW 015 dan Desa Japan RT 02/RW 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus, pada Jumat- Sabtu (4/12/2020- 5/12/2020) telah dimusnahkan petugas Unit Garuda 112 yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran Pemkab Kudus.

Peneliti tawon dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Hari Nugroho: di Indonesia . Vespa Affinis dikenal sebagai tawon ndas yang sudah menelan beberapa korban di Klaten. Dalam sebuah koloni vespa, terdapat ratu, pejantan, dan pekerja vespa.

Inilah sosok tawon ndas

Jika dilihat secara visual, jenis vespa ini mudah dibedakan berdasarkan ukuran. Ukuran vespa ini mulai dari kecil hingga sedang. Ratu vespa berukuran sekitar 30 mm, sedangkan vespa jantan berukuran 26 mm dan vespa pekerja 22-25 mm.

Selain itu, vespa affinis bersarang di tempat yang relatif tinggi namun bisa juga di tempat yang rendah. Menurut Hari, hal ini disebabkan karena sifatnya yang oportunis sehingga mereka mencari tempat yang nyaman.

Lalu ada Vespa Tropica. Bentuk fisiknya mirip dengan vespa affinis karena sama-sama memliki warna oranye atau kuning di bagian manusia. “Bahkan, di Papua Nugini lebih tinggi (sarangnya) dari punggungnya. Vespa ini dijuluki sebagai greater banded hornet karena ukurannya yang besar. Ratu berukuran kurang dari 30 mm, jantan 26 mm, dan pekerja 24-26 mm.

Sarang tawon ndas di salah rumah warga Besito Gebog Kudus

Bersarang di bawah tanah atau lubang pohon. Oleh karena itu, sarang vespa tropica jarang terlihat dan jarang ditemui di atas pohon. Jika digali, sarang akan terlihat seperti mangkuk dengan dasar terbuka. Sarang ini juga tersusun seperti lembaran sehingga strukturnya sangat rapuh.

Vespa Analis Dari segi bentuk, vespa analis mudah dibedakan karena memiliki warna kuning di bagian ujung tubuhnya. Di Indonesia, vespa analis memiliki ukuran yang lebih besar dari vespa afinis namun lebih kecil dari vespa tropica.

Ukurannya rata-rata mulai dari 20 hingga 30 mm. Vespa ini bersarang di tempat yang tinggi. Ukuran sarangnya dapat melebihi 60 cm. Selain itu, sifat dari sarang vespa analis sangat kokoh dan cukup gelap.

Vespa velutina Dijuluki sebagai asian hornet dan yellow legged hornet karna memiliki kaki yang berwarna kuning. Ukurannya mulai dari kecil hingga sedang. Ratu berukuran 30 mm, jantan berukuran 24 mm, dan pekerja 20 mm.

Menurut Hari, vespa velutina dapat dikatakan sebagai hama karena memangsa larva dari lebah madu. “Kalau ada peternakan lebah madu di daerah itu dan ada banyak vespa velatina ini dijamin gagal ternak madunya karena dia pasti meyerang koloni lebah madu, dia akan membunuh lebah madunya, dia akan masuk ke sarangnya, dan dia makan larvanya, Bersarang di tempat tinggi. Bentuk sarangnya memanjang dan mirip dengan sarang vespa affinis namun tekturnya jauh lebih kasar. (Grace/Kompas.com)

BERITA LAINYA