Tempat Wisata dan Ziarah Colo Lumayan Rame

Peziarah makam Sunan Muria Colo Dawe Kudus (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Obyek wisata dan ziarah di Desa Wisata Colo, Kecamatan Dawe dan sekitarnya, 18 kilometer utara kota Kudus sepanjang Minggu (27/12/2020) cukup ramai pengunjung. Mereka sebagian besar warga Kota Kretek dan sebagian lagi berdatangan dari kota/kabupaten/provinsi tetangga.

Mereka berdatangan dengan naik motor, mobil pribadi, mini bus, angkutan kota dan bus-bus wisata antar kota/kabupaten/provinsi

Terminal wisata Colo Dawe Kudus (Foto Grace)

Berdasarkan pantauan Tirtanews hingga pukul 16.00 WIB, pergerakan pengunjung masih nampak lumayan banyak. Sebagian peziarah ke makam Sunan Muria, memilih jalan kaki melalui pintu gerbang yang sayangnya terganggu dengan kehadiran para pedagang kaki lima (PKL) berjualan di tangga. Begitu pula sepanjang tangga dari gerbang hingga pintu masuk makam-masjid.

Gapura - Gerbang Komplek Makam Sunan Muria Minggu 27 Desesember 2020 (foto Grace)

Untuk mencapai makam-masjid dibutuhkan phisik yang prima dan juga memerlukan waktu paling cepat tiga perempat jam/sekali jalan.

Sebagian lagi memilih naik ojek dengan waktu tempuh yang jauh lebih cepat, Pengojeknya cukup trampil menempuh jalan yang naik turun dan kelokan tajam. Umumnya sudah memakai motor-motor keluaran terbaru termasuk jaketnya juga baru.

Sedang warga yang tidak berziarah, bisa mengunjungi air mancur Monthel, Taman Ria dan sekitarnya. Atau di komplek wanawisata Desa Kajar (sebelum Desa Colo).


Penjual pisang byar, jeruk pamelo, hingga warung dengan menu utama pecel pakis, kopi hitam, banyak “ketiban” rejeki.

“Lumayan Pak.Cuma sayangnya menjelang tahun baru katanya tempat wisata ziarah ini ditutup. Jadi kami tidak akan memperoleh penghasilan ”ujar seorang ibu pemilik warung pojok berdekatan dengan kantor Desa Colo.

Begitu pula pemilik usaha toilet kamar mandi yang memasang tarif Rp 2.000 (buang air kecil), Rp 3.000,- (buang air besar) dan Rp 4.000,- untuk mandi. Airnya melimpah dan bersih.

Koordinator parkir terminal Colo, Ridho belum mengetahui secara pasti apakah pemerintah kabupaten Kudus hanya menutup tempat wisata seperti yang diumumkan melalui media sosial. Atau juga menutup tempat ziarah. “Colo ini memiliki tempat ziarah makam-masjid Sunan Muria, namun juga memiliki tempat wisata alam lainnya, ”ujarnya.(Grace)

BERITA LAINYA