Tiga Tahun Matahari di Kudus Tidak Muncul “Wajah“ Kudus Semakin Pucat

Matahari Kudus Terbakar

Trtanews.id, KUDUS - Hampir tiga tahun terakhir Matahari di Kudus tidak pernah “terbit”. Bahkan bekas pusat perbelanjaan modern yang bernama Kudus Plaza dan lebih dikenal dengan sebutan Matahari ini semakin digemari para hantu, karena per Minggu (13/11/2020) seluruh kios yang semuanya dilantai I harus dikosongkan. Sesuai surat dinas yang ditanda-tangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Samani Intakoris per 30 November 2020.

Baca Juga : Mengenang “Kematian” Kuliner Matahari Kudus

“Setelah itu kami rencanakan bekas bangunannya dilelang lewat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara (KPKNL) Semarang.” ujar Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Jumartono yang dihubungi Tirtanews (Rabu, 2/12/2020).

Menurut dia, berdasarkan kajian dari Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) tahun 2018 bangunan lantai 1 yang masih layak (ditempati). “Ini sudah hampir tiga tahun sejak terbakar, Kena korosi. Monggo jika ada investor untuk dapat membangun kembali pusat perbelanjaan modern Matahari” kataya. Korosi adalah peristiwa perusakan logam karena terjadinya reaksi kimia antara logam dengan zat-zat di lingkungannya membentuk senyawa yang tak dikehendaki.


Dengan dikosongkan tempat tersebut, maka lengkaplah sudah seluruh bangunan berlantai empat ini tidak berpenghuni. Matahari terletak hanya sekitar 500 meter selatan pusat pemerintahan Kabupaten Kudus terbakar pada Kamis pagi (22/2/2018).

Dalam kurun waktu hampir tiga tahun terakhir,seluruh pintu menuju lantai ini dikunci dan aliran listrik otomatis diputus/dipadamkan. Akibatnya bangunan dan isinya yang semula menjadi tempat favorit untuk berbelanja- termasuk menonton film bagi “wong” Kudus dan sekitarnya berubah menjadi “sarang hantu”.


Menurut Manejemen Matahari, Djarot Trinobo, lantai pertama ditempati sejumlah pertokoan dan perbankan yang dikelola pihak lain. Sedang lantai dua khusus menjual aneka jenis pakaian dan segenap asesorisnya. Lalu untuk lantai tiga dimanfaatkan untuk bioskop dan rumah makan.

Ia menambahkan, jumlah karyawannya sekitar 300 orang yang sebagian besar perempuan dan saat kejadian, seluruh pekerja belum masuk, sehingga tak ada korban jiwa.“ Kami menyewa bangunan selama 20 tahun kepada Pemkab Kudus dan mulai beroperasi sejak tahun 1990.” tuturnya saat itu seusai kebakaran.(Grace)

BERITA LAINYA