TPA Tanjungrejo Menata Timbunan Sampah, Walau Setinggi Langit

Tumpukan sampah setinggi lebih dua meter di tempat pembuangan baru TPA Tanjungrejo Jekulo Kudus (foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Sangat nelongsa dan miris, saat Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Tanjungrejo, Bambang Purnomo, terpaksa menata timbunan sampah sebaik mungkin. Meski setinggj langit, karena kondisinya sudah penuh. Selain itu berdoa semoga di tahun 2021 benar terwujud adanya perluasan tanah untuk pembangunan TPA baru. Itu diungkapkan tanpa “tedheng aling-aling”, pada saat dihubungi Tirtanews Senin (28/12/2020).

Areal penimbunan sampah baru di TPA Tanjungrejo Jekulo Kudus (Foto Grace)

Sehari sebelumnya tepatnya Minggu sore (27/12/2020) Tirtanews untuk kesekian kalinya melihat langsung ke lokasi TPA yang terletak di tepi jalan raya satu jurusan menuju obyek wisata baru Bendung Logung. Sebagian bendung ini masuk wilayah Desa Tanjungrejo, hanya sekitar dua tiga kilometer dari TPA.

Entah karena musim hujan, atau entah karena sudah semakin tingginya tumpukan sampah, menjelang masuk ke seputar TPA tercium bau tidak sedap menusuk hidung. Meski sudah memakai masker (selain mulut, juga menutup hidung).

Begitu tiba di lokasi bau menyengat semakin keras. Lalat mulai merubung dan melekat ke seluruh tubuh. Termasuk tas kamera juga dihinggapi lalat yang ukurannya lumayan besar-besar, karena makanannya berlebih.

Lahan kosong yang berada di samping kiri tempat bak air lindi sudah ditimbuni sampah setinggi lebih dari dua meter. Tinggal menyisakan lebar sekitar satu meter dengan panjang sekitar 10 meter yang sebagian sudah mulai ditimbun dan saat ini untuk “tempat kerja” sejumlah pemulung sampah.

Bak air lindi di TPA Tanjungrejo yang terancam terkena longsoran gunung sampah sangat berbahaya karena mengandung senyawa kimia beracun (Foto Grace)

Sedang di belakang Taman TPA yang dibangun puluhan miliar rupiah, tumpukan sampah semakin tinggi. Jika diukur dengan ketinggian “gazebo-gazebo” di taman tersebut, maka tumpukan sampahnya lebih tinggi.

Sampah di TPA Tanjungrejo mulai menggunung mulai mengancam keberadaan Taman Tanjungrejo (Foto Grace)

Ini semua masuk akal, karena ke TPA sudah dinyatakan kondisi penuh per September-Oktober 2020, tapi setiap hari pasokan sampah rata rata 130 ton.

Nelongsa prihatin terhadap pernyataan Bambang Purnomo, karena sejak beberapa bulan terakhir ia sudah melaporkan kondisi riil TPA Tanjungrejo sudah penuh. Solusi terbaik selekasnya Pemkab membeli tanah di seputar TPA. Bahkan secara kedinasan selama tiga tahun terakhir secara berturut turut sudah melaporkan kepada DPRD Kudus.

Namun Pemkab dalam hal ini Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo malah mengeluarkan peraturan bupati nomor 34 tahun 2020, tentang strategi pembangunan ekologi pengelolaan sampah menjadi emas (Sadimas) melalui peran masyarakat di Kabupaten Kudus. Peraturan bupati (Perbub) ini ditanda-tangani Hartopo , 23 Juli 2020 dan sampai dengan menjelang lima bulan peraturan itu berlaku gaungnya saja belum bergema luas ke masyarakat

Peraturan bupati ini sangat tidak mungkin mengatasi TPA Tanjungrejo yang sudah dalam kondisi penuh dan seharusnya masuk skala prioritas. Ketua DPRD Kudus Masan pun sempat berkilah belum pernah menerima laporan secara tertulis. Meski beberapa bulan lalu sempat meninjau langsung ke TPA.

Nelongsa pula saat membaca tulisan Samani Intakoris yang dikenal sebagai Sekretaris Daerah antara lain : Ada ide setiap rumah kena pajak sampah dengan melekat di rekening listrik, besaran disesuaikan dengan besarnya daya yang dipakai.


Di bentuk Badan Nasional Penanganan Sampah (BNPS), kalau Di daerah Badan Daerah Penangan Sampah (BDPS), yang berkolaborasi dengan Lingkungan Hidup permasalahan limbah dan sanitasi.

Apa yang dilakukan Bambang semoga berjalan baik. Tidak seperti dalam lagu lama tembang guyonan berbahasa Jawa yang sempat populer salah satu syairnya reketrek gunung gamping ambrol. Gunung gamping yang kokoh saja bisa ambrol dalam sekejap apalagi gunung sampah. Ngeri sekaligus miris.(Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar