Tugas Perempuan Lebih Berat Lagi, Pada Masa Pandemi Covid-19

Ilustrasi seorang ibu menggendong anak

Tirtanews.id, KUDUS - Dalam masa pandemi Covid-19 ini perempuan mempunyai tugas dan tanggung jawab yang lebih berat lagi : Yaitu sebagai penjaga keluarga, sebagai ibu, sebagai istri, sebagai pendidik dan sebagai dirinya sendiri.

Ha itu ditegaskan Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus, Noor Haniah yang dihubungi Tirtanews tentang Hari Ibu 2020 yang bertema Perempuan Berdaya Indonesia Maju, Rabu (23/12/2020). “Termasuk mengelola keuangan keluarga dengan pendapatan yang relatif berkurang. Tapi sebaliknya pengeluaran relatif lebih banyak dan lebih besar, ”tutur dia yang juga mantan Wakil Bupati Kudus periode 2003-2008.

Haniah Ketua JPPA Kudus

Selain itu masih terdapat stigma yang kurang bagus tentang perempuan. Perempuan dikatagorikan kelompok rentan. Bukan karena dirinya lemah, tetapi karena budaya patriarki yang menempatkan peran utama perempuan di ranah domestik, sehingga tidak atau kurang mampu mengambil peran aktif di ranah publik.

Menurut Haniah : undang-undang dan negara menjamin komitmen untuk membeserikan rasa aman, nyaman dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat tanpa kecuali. Serta mengakui dan menjamin pemenuhan Hak Azasi dan perlindungan bagi setiap orang dengan prinsip kesetaraan laki- laki dan perempuan, sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk ikut berperan dalam pembangunan.

”Tidak ada diskriminasi dalam bentuk apapun. Utamanya untuk perempuan. Sudah selayaknya perempuan di kedepankan dalam pembangunan, karena perempuan juga merupakan sumber kekuatan ”ujar ibu dari dua orang putra, Eka Kharisma Akbar SE dan dr Ovita Muthia Kanza.

Selanjutnya mengingat potensi perempuan yang sedemikan besar, maka "HARI IBU" merupakan penghormatan atas perjuangan perempuan Indonesuia yang demikian panjang dalam mewujudkan peranan dan kedudukannya dalam berkehidupan berbangsaan dan bernegara. Bukan Mothers Day.

Selain itu perempuan mempunyai kualitas yang memadai dan berharga. Dengan kelembutannya mampu menggerakkan hati banyak orang, sehingga ketangguhannya mampu mengatasi berbagai tantangan, Dan berjuang untuk kebaikan sesama.

Hal itu diawali dengan memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, Melawan perkawinan dini, poligami dan pendidikan. ”Untuk itu diharapkan kita bisa memaknai perjuangan perempuan masa kini, menginpirasi generasi muda untuk menerapkan nilai-nilai perjuangan perempuan untuk kemajuan bangsa dan mengangkat keberhasilan perempuan mencapai kesetaraan. ”tegas Haniah.

Mengakhiri perbincangannya dengan Tirtanews, Haniah berharap kepada kaum lelaki/bapak-bapak memberikan lebih banyak peluang kepada perempuan untuk aktif di ranah publik dan dalam pengambilan keputusan. ”Di ranah domestik bisa berbagi beban.. berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Bertanggung jawa dan selalu memberikan kasih yang optimal kepada keluraga. Jauhi dan jangan melakukan kekerasan dalam bentuk apapun.”

Hari Ibu hendaknya menjadi tonggak perjuangan perempuan dan agen muda untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Serta mewujudkan Indonesia masa kini yang lebih maju dan setara.(Grace)

BERITA LAINYA