Waspada, Pohon Tumbang Angin Longsor di Colo dan Japan Kudus


Tirtanews.id, KUDUS - Satuan Perlindungan Masyarakat Desa Colo melaporkan, bencana alam tanah longsor menimpa satu bangunan, dua halaman dan satu atap terbawa angin di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.


Peristiwa tanah longsor juga menimpa rumah Ali Syahroni, warga RT 3/4 dukuh kombang pukul 21.00 WIB, mushola Syamrotulhuda RT 3/4 dukuh kombang,  rumah Ibu Tumirah RT 4/3 dukuh pandak, rumah Muji Aminah RT 5/3 dukuh pandak, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. 


Tanah longsor di Desa Colo ini juga disebabkan oleh tebing samping rumah Ali Syahroni yang longsor, mengakibatkan dapur milik ali syahroni total terkena longsor,  untuk mushola syamrotulhuda longsor di bagian halaman, untuk halaman rumah Ibu Muji Aminah longsor dihalaman rumah, sedangkan rumah Ibu Tuminah atap rumah terbawa angin, setelah terjadi hujan deras di sertai badai angin selama seharian.


Muhammad Destari Andri Asmoro selaku Kepala Desa Colo mengatakan Khawatir akan terjadi longsor susulan di dukuh pandak meminta warga lebih hati-hati dan waspada mengingat curah hujan tinggi,  untuk warga yang wilayahnya berpotensi akan terjadinya longsor sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tanah longsor ini. 

Dalam penanganan bencana ini Satlinmas, TNI, Polri, pemerintah desa dan di bantu warga desa setempat bergotong-royong membersihkan material longsor sejak Senin pagi hingga selesai. 

Kejadian bencana juga terjadi di Desa Japan tepatnya di obyek wisata Rejenu (air tiga rasa) pohon tumbang yang menimpa beberapa kios, Satlinmas desa japan langsung berjibaku bersama warga sekitar untuk menangani pohon tumbang tersebut. 


Renardi selaku Kabid Linmas dan Damkar mengatakan Kebetulan Desa Colo memiliki kondisi geografis yang cukup menantang, wilayahnya yang mayoritas pegunungan dimana dengan kondisi tersebut colo dihadapkan terhadap potensi-potensi bencana terutama tanah longsor.

"Kita tidak mungkin mengandalkan hanya personil-personil pemerintah maka dari itu kita perlu sekali memiliki suatu sistem yang bisa memobilisasi elemen sumber daya masyarakat untuk lebih tanggap terhadap bencana untuk bisa bereaksi cepat, tim reaksi cepat yang terdesentralisasi," tutur Renardi.(Tb/Tirta)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar