11 Pedagang Pasar Piji Sepakat Polisikan Penipu Ratusan Juta Rupiah

Ilustrasi uang

Tirtanews.id, KUDUS - Sebelas pedagang Pasar Piji Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus sepakat untuk melaporkan secara tertulis para penipu yang “menilep” uang mereka ratusan juta rupiah kepada Polisi Sektor (Polsek) Dawe.


Kesepakatan itu diungkapkan Hj Mir, Ny Yani dan Nur Said, yang mewakili pedagang lain kepada Tirtanews Minggu 17/1/2021 di salah rumah mereka desa Cendono Kecamatan Dawe.

Ny Yani (Foto Grace)

“Sebab para penipu tersebut sudah kesekian kalinya ingkar janji. Seperti Al dan Kar. Sedangkan Et, saat dikontak mapun di temuai di rumahnya dekat komplek Universitas Muria Kudus (UMK) tidak pernah direspon. Mereka hanya mengulur ulur waktu saja. Kami juga akan menempuh jalur hukum lainnya, ”ujar mereka.

Nur Said (Foto Grace)

Sebelas pedagang tersebut dijanjikan akan mendapatkan kios atau los, namun sampai dengan Minggu malam (17/1/2021) pukul 20.00 WIB janji itu tidak terwujut. Padahal “kasus“ ini sudah berjalan 3-4 tahun terakhir.

Penipuan sangat vulgar, karena dari tujuh oknum, empat diantaranya yang diduga melakukan penipuan ini membubuhkan identitas lengkap dalam surat pernyataan dan kuintansi diatas meterai,

Diantara 11 korban penipuan tersebut, Hj Mir yang paling banyak uangnya beralih ke tangan penipu. Perempuan berkacamata ini juga untuk sementara “nomboki” lebih dahulu kepada pedagang lainnya.

Hj Mir salah satu pedagang Pasar Piji Dawe Kudus yang tertipu ratusan juta rupiah (Foto Grace)

“Meski saya tidak menerima sepeserpun uang dari teman teman yang diberikan kepada oknum penipu. Tapi secara moral saya tidak tega. Saya memang yang menunjukkannya (teman-teman pedagang). Tapi saya sendiri juga jadi korban dan jumlahnya paling besar, ”tegasnya

Foto copy yang diperoleh Tirtanews rinciannya : tiga surat pernyataan dan 21 kuintansi bermeterai. Melibatkan oknum wartawan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga bantuan hukum/pengacara, pensiunan pendidik dan penjual jasa di bidang keuangan.

Tiga surat pernyataan itu ditulis pada 10 Januari 2020, 14 Februari 2020 dan yang satu hanya terbaca 14/2020. Diantaranya tertulis nilai uang Rp 60 juta, Rp 25 juta, Rp 256 juta dan nama okum penerima uang.

Sedang 21 kuintansi, 10 diantaranya ditanda tangani seorang perempuan dengan nilai sekitar Rp 79 juta. Lalu 8 kuintansi juga ditanda tangani perempuan, nilainya lebih dari Rp 141 juta. Satu kuintansi senilai Rp 22 juta, Rp 9 juta dan Rp 13 juta.

Dari tujuh orang yang diduga sebagai pelaku penipuan, satu diantaranya melalui telepon sudah memberikan jawaban. Satunya lagi dihubungi secara tertulis belum/tidak merespon dan seorang lainnya ketika didatangi ke rumahnya hingga dua kali tidak ketemu (rumah dalam kondisi tertutup).(Grace)

BERITA LAINYA