4 Tahun Kusmanto Jadi “Pak Ogah”, Anaknya Sarjana

Pak Ogah Kusmanto saat mengatur lalulintas di pertigaan STAIN Ngembalrejo Bae Kudus Sabtu malam 2 Januari 2021 (foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Sudah sekitar empat tahun terakhir Kusmanto (50) menjalani profesi barunya sebagai ”Pak Ogah”. Alias menjadi pengatur lalulintas tidak resmi di pertigaan jalan raya Kudus - Pati kilometer 2, arah kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ngembalrejo Kecamatan Bae Kabupaten Kudus, Pak Ogah, salah satu nama beken dalam serial Si Unyil yang cukup terkenal saat itu dengan ucapan – cepek (Rp 100,-) dulu.

Setiap pukul 18.30 hingga pukul 20.30 WIB, Kusmanto yang berbekal dua buah lampu lalulintas di tangan kanan dan tangan kirinya mulai “beraksi”. Mengatur lalulintas di pertigaan jalan yang nyaris padat sepanjang 24 jam.

“Sebelum memutuskan untuk menjadi Pak Ogah, saya sempatkan baca buku tentang lalulintas, Di buku yang dilengkapi foto ilustrasi tersebut, saya akhirnya paham gerakan tangan untuk “menutup dan membuka” arus lalulintas, ”ujarnya saat ditemui di rumahnya Desa Klumpit beberapa meter sebelah barat Kantor Desa Klumpit menjelang tahun baru 2021.

Kusmanto yang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), juga mengungkapkan tentang latar belakang mnejadi Pak Ogah, yang lebih dititik beratkan untuk membantu melancarkan arus lalulintas tanpa pamrih. 

“Itu tercermin dari dua tangan saya yang selalu “memainkan” dua lampu lalulintas. Jadi tidak ada niat untuk meminta imbalan atau njagakake pemberian dari pengendara mobil motor dan sebagainya. Saya tulus iklas membantu,”

Dengan cara seperti itu, maka ayah dari enam orang anak ini tidak pernah menghitung berapa “imbalan” yang didapat rata-rata per harinya. Ada yang memberi uang receh, lembar lima ribuan hingga seratus ribuan pernah diterima. Selain itu tidak jarang diberikan bingkisan antara lain satu dus makanan. Pernah pula diberi uang dari aparat kepolisian.

“Banyak pula yang mengucapkan terimakasih, tapi banyak pula yang berlalu begiu saja. Itu tidak menjadi soal buat saya, Yang penting, saya bisa membantu warga saat melewati pertigaan jalan STAIN dengan selamat, ”tambah Kusmanto yang taaat menjalankan sembahyang lima waktu ini. Enam anaknya itu adalah : Luqman Azzam (23), Almar Atasko, Adil Hakim, Annida, Aisyiah, Ahmad Adi dan isterinya Mahmudah (46)

Saat Tirtanews menyaksikan “aksinya” Sabtu malam (2/1/2021) ia juga meluangkan waktu lebih dahulu untuk bersembahyang di masjid yang terletak sekitar 20 meter sebelah barat jalan pertigaan. Saat itu ia “bertugas” bersama rekannya, Sutrisno. Setelah itu kembali menjalankan tugasnya.

Pak Ogah Sutrisno (Foto Grace) 

Dengan berprofesi sebagai Pak Ogah, Kusmanto yang juga bekerja secara serabutan sepanjang pagi hingga sore dan dibantu isterinya yang juga bekerja serabutan pula, mampu menghidupi keluarganya. Bahkan anak sulungnya Luqman Azzam sudah lulus S1 dari salah perguruan tinggi swasta di Jogja.

Pak Ogah Kusmanto dan Sutrisno di pertigaan jalan STAIN Ngembalrejo Bae Kudus Sabtu malam 2 Januari 2021 (Foto grace)

“Jujur saja saya tidak mampu memberikan uang secara rutin setiap bulan dalam jumlah yang cukup. Dia sendiri yang mencari “tambahan”, Tapi pada prinsipnya anak-anak kami dorong untuk belajar dan meraih pretasi sebaik mungkin ”tambahnya.

Ketika ditanya rumah yang bagian depannya juga ada musholanya itu, Kusmanto pun dengan jujur mengakui itu bukan rumahnya, tetapi rumah peninggalan orang tuanya. “Griya tinggalane tiang sepuh pak. Dereng saget ndamel piyambak. Ingkang penting lare lare sedaya yang penting anak-anak kami semua, ”tuturnya mengakhir bincang-bincang dengan Tirtanews, di teras mushola yang dinaungi sebuah pohon mangga besar berdaun lebat dan bercabang banyak.(Grace)

BERITA LAINYA