Anak Ayam Warna Warni Digemari Anak Sekolah Dasar

Ayam warna warni - pewarnanya diduga dari bahan pewarna textil (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Anak ayam yang dicat warna warni banyak disukai anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) sebagai mainan. Harga per ekornya juga tergolong murah hanya Rp 5.000,- (lima ribu) saja.

Hal itu diungkapkan, Wachid, seorang penjual aneka burung dan anak ayam, asal Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus saat ditemui di Pasar Tiban, Minggu pagi (17/1/2021).


“Ada beberapa jenis burung dan anak ayam berwarna yang saya jual. Namun yang paling laris anak ayam berwarna, ”tuturnya.

Wachid penjual aneka jenis burung dan anak ayam warna warni di Pasar Tiban Kudus (Foto Grace)

Puluhan ekor anak ayam berwarna merah, kuning, hijau, oranye dan sebagainya itu dipasok dari Pati. Sedangkan berbagai jenis burung lainnya dipasok dari para penjaring burung. di seputar Kudus saja.

“Jika musim hujan begini dagangan saya tidak begitu laku Pak. ”ujar bekas pemain bola ini sembari memperlihatkan dagangannya dalam beberapa sangkar dari kayu dan di tata rapi di atas “sadel” motornya. Ia juga membawa sebuah kursi plastik kecil untuk tempat duduk, sembari menanti pembeli . Terlihat burung perkutut, burung gelatik, hingga burung puyuh.

Diantara puluhan pedagang yang berjualan di Pasar Tiban, perempatan jalan raya perbatasan Desa Pasuruhan Lor dengan Desa Jati Wetan, Wachid satu satunya pedagang burung dan anak ayam berwarna.

“Itu memang strategi saya, agar berbeda dan tentu saja menarik publik. Dalam hal ini anak-anak Sedang kesehariannya jualan di rumah dan keliling ke kampung ke sekolahan. Karena ada Covid-19, saya juga terkena dampaknya. SD pada libur. Padahal anak-anak banyak yang menyukai/membeli anak ayam warna warni. ”tambahnya.

Menurut data yang dihimpun Tirtanews, bahan baku pewarna berasal dari bahan pewarna yang biasa untuk mewarnai textil. Hal ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup anak ayam.

Anak ayam itu sebenarnya bisa dibesarkan dengan cara memberikan makan standar dan akhirnya pada umur sekitar 30 hari sudah siap potong. Namun karena bisnis anak ayam warna warni sudah merebak cukup lama dan menghasilkan keuntungan besar (terutama bagi pemasok/pemodal), maka sampai sekarang pun tidak tersentuh penanganannya.(Grace)

BERITA LAINYA