Bukit Padas Digempur Untuk Bangun Rumah

Sebagian bukit padas yang menunggu giliran untuk diratakan dengan tanah di Desa Tanjungrejo Jekulo Kudus (foto grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Empat warga pemilik lahan bukit padas seluas sekitar 4.500 meter persegi di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus sepakat untuk menggempur dan meratakan lahannya sebagai tempat untuk membangun rumah.

“Itulah warisan satu-satunya. Sejauh ini tidak ada masalah apapun. ” tegas Kepala Desa Tanjungrejo Christian Rahadiyanto yang dihubungi Tirtanews (Senin, 25/1/2021).

Tidak disebutkan nama ke empat warga tersebut, namun lokasinya di tepi jalan desa sebelah kiri. Sedikit menanjak, hanya beberapa ratus meter dari bendung Logung.

Bukit padas yang sudah beberapa lama dikepras dengan alat berat tersebut sebagian besar sudah rata dengan tanah. Sisa bukit yang menjulang tinggi lebih dari 20 meter dan panjangnya sekitar 450 meter, sering dijadikan tempat untuk swafoto.

Sebagian bekas bukit padas yang telah diratakan untuk tempat pemukiman dan parkir mobil dan truk (foto grace)

Selain itu setiap hari hilir mudik truk pengangkut ke luar masuk lokasi. Sebagian lagi tampak kubangan air dan inilah yang harus diwaspadai anak-anak agar tidak memanfaatkan untuk tempat bermain/renang

Kubangan air di bekas bukit padas yang telah dikepras di Desa Tanjungrejo Jekulo Kudus (foto Grace)

Menurut Christian, itulah satu-satunya bukit padas milik warga Desa Tanjungrejo yang masih tersisa. Sedang sebagian besar lainnya sudah dikepras rata dengan tanah dan umumnya dirombak dijadikan lahan pertanian. Sebagian kecil dimanfaatkan untuk tempat membangun rumah.

” Tidak ada dampaknya. Seperti yang dikhawatirkan banyak pihak tentang bencana banjir. Apalagi sekarang kiriman air hujan melalui Sungai Logung sudah ditampung lebih dahulu di bendung Logung,”

Berdasarkan pengamatan Tirtanews, saat imi sebagian besar bekas bukit padas yang telah diratakan dengan tanah ditanami padi, polowijo dan empon-empon.

Sebelum tahun 2014, sebagian wilayah Desa Tanjungrejo masih dinyatakan sebagai daerah/wilayah galian C. Hampir sepanjang hari nyaris jalan utama desa ini dipenuhi truk yang ke luar masuk mengangkut galian C. (Grace)

BERITA LAINYA