Kisruh Tanah di Jalan Gatot Subroto 2 Kudus (1) Diduga, Pemdes Barongan Serobot Tanah Warga

Jalan Gatot Subroto Kudus Rabu 6 Januari 2021 (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Diduga pemerintah desa (Pemdes) Barongan Kecamatan Kota Kudus, menyerobot tanah warga yang kemudian dijadikan tanah bondo desa.

Tanah bondo desa tersebut terletak di Jalan Gatot Subroto nomor 2. Belakang pusat perbelanjaan Ramayana. Sudah bersertifikat yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kudus tanggal 19 Juli 1990 yang ditandatangani Kepala BPN setempat Drs Soeradji. Dengan luas bangunan (sesuai peta lokasi obyek penilaian, per 12 April 2015 ) 1.961 meter persegi.

Padahal menurut surat dinas Komandan Komando Distrik Militer 0722 Kudus Letkol Kav Sigim Machmud nomor B/891/XII/ 1997, yang ditujukan kepada Dan Rem 073 /Makutorama, tanah dan bangunan di Jalan Gatot Subroto nomor 2 adalah milik Gunadi.


Dengan rincian luas tanah 1.620, 56 meter persegi, bangunan induk 304, 60 meter persegi, bangunan turutan 256, 40 meter persegi dan bangunan rumah tahanan 69,30 meter persegi.

Dari total luas tanah tersebut, kurang lebih 191, 16 meter persegi disewakan kepada Toko Mebel Makmur Jaya atas nama Noorita, sejak tahun 1978 dengan nilai Rp 300.000. Kemudian pada 27 Mei 1992, diperpanjang hingga 31/12/1998 dengan nilai Rp 2,5 juta. Disebutkan pula tanah itu berstatus okupasi.

Selain tanah tersebut milik Gunadi, luasan tanahnya bondo desa barongan lebih luas terpaut sekitar 300 meter persegi. Selain itu peta lokasi tanah juga cukup berbeda.


Menurut kesaksian tertulis salah satu warga tertanggal 8 Agustus 1974 yang ditujukan kepada Kepala Desa Barongan, batas lokasi tanah tersebut : Sebelah utara percetakan Pembina. Timur : tembok pagar berduri. Selatan bangunan yang ditempati Tio Ma Ay dan sebelah barat ditempati bioskop Ria, Toko Makmur Jaya dan Kwik Tjin Bio dan kawan-kawan.

Sedang “peta” yang dikeluarkan Pemdes Barongan 2012, tanah Gunadi tersebut yang berada di ujung utara Jalan Gatot Subroto, diapit tanah milik Hendro Susanto, Beny Haryanto dan Toko Sandang Pangan serta Tan Gwan Hoo, Liep Bowo Suhardjo.

Kepala Desa Barongan Bambang Juniatmoko yang ditemui Tirtanews di ruang kerjanya, membenarkan tentang tanah bondo desa Barongan tersebut. (Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar