Kisruh Tanah di Jalan Gatot Subroto 2 Kudus Antara Gunadi dan Goenadi Sastro Prawiro

Papan nama yang tidak akurat (foto grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Sebuah papan nama dengan warna dasar putih dan tulisan warna merah terpasang di Jalan Gatot Subroto Kudus.

Bunyinya : Tanah ini. Milik Yoyon Sumantri. Ahli waris Goenadi Sastro Prawiro. Sesuai kutipan buku C Desa Barongan no 82 Persil 3a Kelas II. Dengan luas± 860 m2 yang belum pernah dipindah-tangan/ dijual belikan kepada siapapun.


Berdasarkan pelacakan yang dilakukan Tirtanews, tanah Goenadi Sastro Prawiro tersebut tidak berada di seputar Jalan Gatot Subroto, tetapi berada di seputar jalan Sosrokartono. Kedua lokasi memang sama sama secara administrasi berada di Desa Barongan Kecamatan Kota Kudus. Namun secara phisik letaknya berjauhan yaitu sekitar 600 meteran.

Menurut data yang dihimpun, beberapa bulan lalu keluarga Goenadi Sastro Prawiro kedatangan utusan dari Kepala Desa Barongan untuk meminta sertifikat tanah atas nama Goenadi Sastro Prawiro. Belum diketahui maksud sebenarnya dari pihak Kepala Desa Barongan.


Selain itu juga ditemukan nama Gunadi, yang semula bernama Goei Ping Koen. Beralamat di Jalan Gatot Subroto nomor 2 dengan tanah seluas 1.620,56 m2.

Gunadi pada 12 Maret 1974 menulis Surat Wasiat (dalam tulisan tangan) yang antara lain menyebutkan surat wasiat ini untuk anaknya yang bernama Mantri (nama lengkapnya Yoyon Sumantri). Lalu disebutkan luas tanah/bangunan di Jalan Gatot Subroto nomor 2 dan Jalan Gatot Subroto nomor 5 (dulu ditempati toko mebel Makmur Jaya) luasnya kurang lebih 800 meter.

Surat wasiat ini juga telah dibubuhi stempel Pengadilan Negeri Kudus yang ditanda-tangani Sutikno SH. Sedang Gunadi sendiri sudah meninggal pada 12 Maret 1987. Ia tidak pernah menikah selama hidup dan Yoyon Sumantri adalah anak angkatnya

Surat wasiat dari Gunadi untuk Mantri (Yoyon Sumantri) - foto repro Grace

Bila mengacu data tersebut maka tulisan di papan nama tersebut tidak sepenuhnya benar. Belum diketahui siapa yang membuat papan nama dan kapan papan nama itu dipasang. Apakah sudah seijin dari banyak pihak yang terkait hal ini. Pemerintahan desa Barongan sampai dengan Kamis malam (7/1/2021) juga belum mencabut papan nama tersebut.(Grace)

BERITA LAINYA