Kisruh Tanah Jalan Gatot Subroto 2 Kudus (3) Notaris Menerima Uang Rp 265 Juta

Ilustrasi uang

Tirtanews.id, KUDUS - Notaris Benny Hidayat yang beralamat di Perumahan Bumi Rendeng Baru (BRB) Kecamatan Kota Kudus telah menerima uang dari Yoyon Sumantri sebanyak Rp 265 juta secara bertahap.

Foto copy kuintansi penerimaan uang Rp 15 juta

Tahap pertama diterima (sesuai foto copy kuitansi) sebesar Rp 250 juta untuk pengurusan tanah Desa Barongan dan diterima pada tanggal 13/2/2020. Lalu yang kedua sebesar Rp 15 juta untuk transpor petugas ukur Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan saksi saksi.

Foto copy kuintansi uang Rp 250 juta

Namun sampai dengan Minggu (10/1/2021) Benny Hidayat tidak/belum menindak lanjuti : “Itu penipuan dan penggelapan. Semua itu bohong. Itu untuk keperluan pribadi Benny. Seharusnya uang itu dikembalikan pada saya, ”tutur Yoyon Sumantri sambil memperlihatkan foto copy kuitansi dan foto.


Ia menambahkan, Benny diduga juga memalsu tanda tangannya untuk mengurus sertifikat tanah. Sebab ia tidak pernah menandatangani apapun yang menyangkut urusan sertifikat tanah.

Benny yang hendak dikonfirmasi Tirtanews Minggu sore (10/1/2021) di rumahnya tidak bersedia menerima. Lewat komunikasi melalui telepon milik petugas jaga perumahan BRB, Tirtanews sudah menjelaskan maksud dan kedatangan untuk konfirmasi tentang penerimaan uang Rp 265 juta. Dua tiga kali menanyakan kapasitas Tirtanews dan sudah dijawab konfirmasi, kemudian pembicaraan lewat telepon itu “diputus”.

Menurut pengakuan Yoyon Sumantri, setelah uang itu diterima Benny, kemudian sejumlah petugas BPN Kudus datang ke Jalan Gatot Subroto. Namun petugas itu “balik kanan”, karena tanah yang hendak diukur, ternyata berbeda kepemilikan dan berbeda pula letaknya.

Foto penerimaan uang

Tanah yang hendak diukur milik Gunadi Sastro Prawiro seluas sekitar 860 meter persegi. Tapi tanah itu tidak berada di Jalan Gatot Subroto,. Melainkan di seputar Jalan Sosrokartono. Letaknya sekitar 600-700 meter dari Jalan Subroto, meski secara administrasi masuk wilayah Desa Barongan.


Salah satu cucu Gunadi Sastro Prawiro, seorang laki laki berbadan gemuk berkacamata yang ditemui Tirtanews membenarkan, tanah, pekarangan dan rumah seluas sekitar 860 meter persegi yang ditempati keluarganya itu adalah milik almarhum Gunadi Sastro Prawiro. “Beliau meninggal pada sekitar tahun 1994. Bapak saya juga telah meninggal ” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya memang pernah didatangi Sekretaris Desa (Sekdes) Barongan yang diutus Kepala Desa Barongan Bambang Juniatmoko, untuk meminta foto copy sertifikat tanah milik Gunadi Sastro Prawiro.

“Saya tidak tahu untuk apa foto copy tersebut. Namun yang pasti tanah yang kami tempati adalah tanah milik almarhum. Ahli waris almarhum tidak ada yang bernama Yoyon Sumantri dan lokasi tanah ya di sini ini. Kami tidak mau dilibatkan dalam persoalan ini ” ujarnya sambi memperlihatkan rumah dan tanah yang dimaksud, namun enggan saat hendak diambil fotonya.(Grace)

BERITA LAINYA