Menyedihkan dan Patut Disesalkan Pernyataan Ribka Tjiptaning Tolak Divaksin

Ribka Tjiptaning

Tirtanews.id - Ribka Tjiptaning mengatakan tidak mau divaksin apapun itu jenisnya. Bahkan ia lebih memilih untuk membayar sanksi dengan keluarganya ketimbang harus menerima vaksin.

Hal tersebut disampaikan Ribka di depan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pihak BPOM dan PT Bio Farma, dalam Raker dan RDP di Komisi IX, Kompleks Parlemen, Selasa (12/1/2021).

Pernyataan itu sangat bertolak belakang dengan sikap Presiden Joko Widodo yang menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Sinovac, Rabu (13/1/2021).


Ribka Tjiptaning (kelahiran 1 Juli 1959); adalah Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Komisi IX, membidangi masalah-masalah tenaga kerja, transmigrasi, kependudukan, dan kesehatan.

Wanita yang akrab disapa Ning ini juga sempat menulis buku "Aku Bangga jadi Anak PKI". Langkah yang berani dan menunjukkan kebanggaan seorang anak pada orang tuanya.

Pernyataan terus terang tentang dirinya yang merupakan anak dari seorang anggota PKI tidak akan berpengaruh pada orang lain, karena pernyataan itu pernyataan pribadi yang dituangkan dalam bukunya. Orang mau beli bukunya atau tidak itu urusan masing-masing orang.

Tetapi pernyataannya sebagai Anggota Komisi IX, sekaligus sebagai wakil rakyat di forum resmi tentang penolakannya untuk divaksin, menurut saya “menyedihkan” dan patut disesalkan.

Ribka dalam forum terhormat ini tidak bisa melepaskan diri sebagai wakil dari rakyat yang memilihnya. Apakah dia beranggapan bahwa rakyat yang diwakilinya semua akan “mbalelo” seperti dia?.

Menolak untuk divaksin adalah hak masing-masing orang, walaupun vaksinasi adalah program pemerintah yang tujuannya mulia. Tetapi menyatakan penolakan pribadi didepan Forum Resmi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat adalah perilaku yang tidak ber etika. “Saya bilang saya yang pertama menolak vaksin, "ujarnya.

"Saya tetap tidak mau divaksin. Mau vaskin yang umur 63 tahun ke atas, mau vaksin buat semua umur, saya tidak mau, "katanya saat rapat kerja (raker) dengan Menteri Kesehatan, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Direktur PT Bio Farma. Ribka mengaku usianya sudah 63 tahun.

Pernyataan Ribka menunjukkan arogansi atau kesombongan seorang yang memiliki kekuasaan dan uang. Kesombongan dan keangkuhan sering kali merupakan cerminan dari pengalaman hidup yang terbatas, dan sempit.

Kesombongan mencerminkan kualitas interpersonal yang menggabungkan keinginan untuk mengalahkan orang lain. Selain itu orang sombong, merasa diri mereka sendiri layak untuk menang.

Tidak heran, kalau Ribka sekarang memiliki sifat sombong, karena ia telah menjadi orang yang sukses. Seorang dokter dan sekaligus Yang Mulia Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Namun pengalaman hidupnya sebagai anak seorang PKI penuh kesedihan. Ia yang masih kecil dan kakaknya dipaksa melihat langsung sang bapak digantung terbalik dan disiksa.

Manusia tanpa disadari akan selalu mencoba melindungi ego dan harga dirinya. Oleh karena itu besar kemungkinan orang berperilaku sombong atau arogan bermaksud untuk menyembunyikan rasa tidak aman, rendah diri, dan kurang percaya diri.

Hipothesis ini mungkin bisa menjelaskan siapa Ribka Tjiptaning Proletariyati “Satu-satunya hal yang lebih berbahaya daripada ketidaktahuan adalah kesombongan. ”Albert Einstein. (Retno Triani Soekonjono Psikolog0210113/Grace)

BERITA LAINYA