Nonton Banjir Sungai Wulan Dari Jembatan Senilai Rp 115 Miliar dan Taman Tanggul Angin Yang Tengah Menangis

Jembatan Tanggul Angin dan Sungai Wulan dilihat dari arah Taman Tanggul Angin (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Mumpung Rabu sore (20/1/2021), cuaca sedikit ceria dan tidak turun hujan iseng-iseng melihat banjir.

Bukan di persawahan wilayah Mejobo, Undaan, Kaliwungu dan Jati Kudus yang kini sebagian besar berubah menjadi lautan. Tetapi di Sungai Wulan. Dari atas jembatan Kolonel Sunandar atau lebih dikenal jembatan Tanggul Angin.

Terletak di perbatasan Kecamatan Jati Kudus dengan Kecamatan Karanganyar. Jembatan ini dibangun dengan biaya Rp 115.55 miliar secara bertahap melalui APBN 2017, 2018 dan 2019. Panjangnya 117 meter dan lebarnya 11 meter.

Dari jalan raya jembatan Tanggul Angin baru (foto Grace)

Di sebelah kiri jembatan baru (dari arah Kudus) ada dua jembatan lama yang juga masih tetap dioperasikan. Paling kiri untuk satu jalur lalulintas dari arah Kudus - Demak.

Jembatan yang ditengah khusus untuk lalulintas jurusan Kudus-Karangnyar – Mijen (dua arah) dan jembatan baru satu jalur dari arah Demak - Kudus. Jembatan Tanggul Angin juga menjadi saksi sejarah, karena di samping kanan jembatan yang ditengah (dari arah Kudus) ada rel kereta api jurusan Semarang - Demak - Kudus - Pati - Rembang. Dengan dibangunnya jembatan baru, maka rel kereta api dilenyapkan begitu saja.


Sekitar setengah jam berada di jembatan legendaris ini, Tirtanews bergeser ke Taman Tanggul Angin. Menempati tanah seluas 7.000 meter persegi, sebagian diantaranya milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dibangun dengan biaya Rp 7,4 miliar.

Banjir Sungai Wulan dari atas jembatan Tanggul Angin (Foto Grace)

Dari kedua lokasi itu bisa menyaksikan Sungai Wulan yang tengah banjir. Meski debitnya masih sekitar 600 meter kubik per detik, tapi permukaan airnya sudah mendekati titik atas tanggul sungai. Air sungai itu yang berwarna kecoklatan ini nampak tenang, tapi tentu saja menghanyutkan.

Sebuah “tontonan” menarik untuk disimak sambil “menikmati” kemegahan jembatan yang didesain “umurnya” mencapai 100 tahun. Lalulintas yang nyaris padat sepanjang 24 jam dan taman Tanggul Angin yang kini menangis, karena “ditenggelamkan” bangunan jembatan baru.(Grace)

BERITA LAINYA