PAMMI Kudus “Digoyang”, Nyaris Tanpa Aktivitas

Pertemuan pengurus dan anggota PAMMI Kudus (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Kudus kini tengah “digoyang” sejumlah anggotanya sendiri. Antara lain menyangkut pembagian “dana” Rp 12 juta.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara pengurus PAMMI dengan sejumlah anggotanya di salah satu gazebo rumah makan beberapa puluh meter barat Kantor Balai Desa Gondangmanis Kecamatan Bae, Selasa (26/1/2021). Dihadiri sekitar 11 orang, empat diantaranya perempuan.

Dua anggota PAMMI Kudus (Foto Grace)

Dana Rp 12 juta tersebut merupakan “bagi hasil” yang ditetapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus. Setelah Disbudpar menerima dana Rp 38,5 juta dari Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus, Hartopo.

Uang “sebanyak” itu bukan milik Hartopo (Pemkab Kudus), melainkan hasil dari pagelaran Panggung Kreasi Bank Jateng kepedulian untuk para pekerja seni pada 21 Desember 2020.

Atas “kebijaksanaan” Kepala Disbudpar Kudus, Bergas, uang Rp 38,5 juta tersebut akhirnya “dibagi” untuk 9 (sembilan) kelompok/komunitas seni dan budaya.

Dialog pengurus dan PAMMI Kudus Selasa siang 26 Januari 2021 (Foto Grace)

Dengan rincian : Paseban (persatuan seni barongan) Rp 5 juta, Reog Cendana Sakti Rp 1 juta, Pammi Rp 12 juta, Khosidah modern/rebana Rp 3,5 juta, Pepadi Rp 4,5 juta, Wayang, Rp 3 juta, Karawitan Rp 2 juta, Sanggar Rp 4,5 juta dan Ketoprak Rp 3 juta

Khusus untuk PAMMI yang menerima Rp 12 juta, kemudian pada tanggal 17 Januari 2021 dibagikan untuk 11 komunitas. Yaitu : Pammi, Pabosku, Comec-K, Kompak, TDK, Kendang Jaipong, Suling, Penyanyi,Guitar, Tamborin dan Bass, masing masing sebesar Rp 500.000,- Atau totalnya Rp 5,5 juta. Lalu sisanya Rp 6,5 juta ke mana?

Menurut Ketua Paguyuban bos orkes kudus (Pabosku), Alun yang mengikuti pertemuan yang dipimpin langsung ketua PAMMI Kudus, Sony, dari 11 komunitas penerima dana, direvisi menjadi 12. Yaitu Pabosku, GDK, TDK, Pemujaku, Kompak, Voku, Suku, Comic-K, Bassku, Tamborin, Soundku dan Visonku.

Alun Ketua Paguyuban bos orkes kudus (Pabosku)

Sedang PAMMI dicoret karena bukan komunitas “Dengan demikian perhitungannya menjadi 12 x Rp 500.000,- = Rp 6 juta. Sisa Rp 6 juta. Kemudian untuk “nyumbang” sound system dinas Rp 500.000,-. Tersisa Rp 5,5 juta dan dibagi pengurus PAMMI Rp 3 juta dan selebihnya untuk nalangi kegiatan PAMMI Rp 2,5 juta. Demikan hasil klarifikasi yang kita dapatkan hari ini, ” ujarnya.

Alun menambahkan : komunitas sound dan shoting belum terima dananya. “ Teman-teman komunitas berencana untuk mengembalikan “duwit” yang telah mereka terima. Sekalian rak tompo lah jare”.

Sony Ketua Pammi Kudus (Foto Grace)

Sony yang ditemui Tirtanews membenarkan telah menerima dana Rp 12 juta sesuai dengan keputusan Kepala Disbudpar. Sampai sekarang Pammi Kudus defisit keuangan sekitar Rp 18 juta. Semuanya bisa dipertanggung jawabkan.(Grace)

BERITA LAINYA