Prosesi Ngadeg Ratu Mojopahit Bali ke-XI Disuguhkan Tarian Sakral

Prosesi Penjamasan Pusaka Istana

Tirtanews.id, BALI - Tarian sakral “Tari Bedoyo Segoro Kidul“ (TBSK) mewarnai prosesi Ngadeg Ratu Mojopahit ke-XI di Griya Tegeh Kori Buleleng (Bali) Kamis (31/12/2020). Tarian ini baru digelar ke-3, yaitu pada 23 Agustus pada acara Sugeng Wiyosan, 11 November (Hari Kelahiran Kerajaan Hindu Mojopahit) dan 31 Desember 2020 (ngadeg ratu tinggalan dalem).

Menurut Ketua Paguyuban Pelestari Budaya Nusantara (PPBN) Kabupaten Kudus, Arwani yang menghadiri acara tersebut, Jumat (1/1/2021) diawali dengan : menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Tari Bedoyo Segoro Kidul, Penyerahan penghargaan, kesetian dalam melestarikan budaya Majapahit dan sambutan tunggal dari presiden The Sukarno Center Dr Arya Wedakarna. Salah satu penghargaan tersebut diberikan kepada PPBN Kabupaten Kudus

Penerimaan Penghargaan Berupa Keris

Namun sebelum memasuki inti acara terlebih dahulu digelar : pembacaan kitab suci bagawat Gita, Jamasan pusaka istana, Guru piduka, Mebayuh, Pasupati tosan aji Majapahit dan Aghni hotra.

Arwani menambahkan : TBSK, ini terdiri 9 orang penari. Satu penari sebagai figur Ratu Pantai Selatan Nyai Roro Kidul dan delapan lainnya sebagai abdi/pendherek/ dayang dayang “Tari ini adalah gagasan – karya dari Gusti Wedakarno dan sebagai persembahan kepada Kanjeng Ibu Dewi Panatai Selatan,”

Tentang kontroversi pada sosok Arya Wedakarno ia membenarkan. Memang orangnya reformis. Menginginkan di Bali ada perubahan, namun ada sejumlah pihak menentangnya,(Grace)

KOMENTAR

0 Komentar

0 Komentar