Sejenak Tentang Tanaman Sambiloto

Sambiloto

Tirtanews.id - Umumnya masyarakat memperoleh tanaman sambiloto yang tumbuh liar. Namun hal tersebut kurang baik karena produksi dan mutunya rendah dan tidak stabil. Dengan demikian perlu dibudidayakan dengan untuk menghasilkan produk yang terstandar.

Budidaya sambiloto tidak memerlukan lahan yang luas, pada lahan yang sempit atau di pekarangan rumah pun bisa dilakukan dengan menanam di dalam pot.

Perbanyakan tanaman ini dapat melalui biji atau setek. Lingkungan tumbuh cukup luas yaitu dari dataran rendah hingga menengah, kisaran ketinggian tempat 1-700 m dpl. Selama pertumbuhan tanaman sambiloto menghendaki banyak sinar matahari.

Tanaman sambiloto cukup cepat berproduksi, memerlukan waktu dari tanam hingga panen berikisar 2,5 – 4 bulan tergantung iklim. Jika ditanam pada saat iklim kering atau musim kemarau maka tanaman akan cepat berbunga, sehingga perlu segera dipanen.

Tetapi bila ditanam musim hujan maka akan lambat berbunga dan lebih banyak pertumbuhan daun. Namun demikian tanaman ini masih toleran tumbuh dan berproduksi kondisi pada ternaungi maksimal 30%. Jika budidaya dilakukan dengan kondisi naungan diatas 30 persen, maka mutunya cenderung menurun.

Ciri tanaman sambiloto untuk siap dipanen yaitu ditandai dengan akan munculnya bunga atau sebelum bunga mekar (awal inisiasi bunga). Hal tersebut disebabkan pada kondisi tersebut daun masih tumbuh dengan baik sehingga produksi optimal dan kandungan Andrographolidnya cukup tinggi.

Jika tanaman sudah muncul bunga (bunga mekar semua) maka daun akan mengecil. Dampaknya rasio antara batang dan daun akan lebih besar artinya lebih banyak batang daripada daun (produksi daun dan mutu rendah). Demikian juga bila dipanen lebih muda, yaitu sebelum terbentuk inisiasi bunga. (sumber Sintani/Grace)

BERITA LAINYA