Taman di TPA Tanjungrejo Semakin Terancam, Agung Bersikeras Mempertahankan

Retak - sebagian besar undhak undhakan di Taman TPA Tajungrejo Jekulo Kudus (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Keberadaan Taman TPA Tanjungrejo di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo (Kudus) semakin terancam kelangsungan “hidupnya”. Hampir setahun terakhir, TPA ini nyaris tidak terawat.

Berdasarkan pengamatan Tirtanews, Minggu siang (24/1/2021), sekitar 10 gazebo dan seluruh kelengkapannya terlihat kotor, berbau. Di sana sini juga mulai terjadi kerusakan. Saluran airnya sebagian besar tersumbat sampah. Rumput liar tumbuh di mana mana.

Gazebo di komplek TPA Tanjungrejo tidak tersentuh perawatan kusam dan bau (Foto Grace)

Tidak nampak seorang pun yang datang, duduk menikmati “keindahan” taman tersebut, Kecuali hiruk pikuknya pekerja dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPKLH) Kudus , awak sampah pihak perorangan dan pemungut sampah.

Pemandangan dari gazebo TPA Tanjungrejo Jekulo Kudus (Foto Grace)

Padahal Taman TPA Tanjungrejo yang dibangun pada tahun 2016, sebagian besar dananya berasal dari bantuan Gubernur Jawa Tengah sebesar Rp 11,4 miliar.

Selain itu menjadi “mata rantai” pembangunan Taman Sari Bumi Wangi (Jekulo), Taman GOR (Wergu Wetan) dan Taman Tanggul Angin (Jati Wetan) yang dijadikan “modal” (nilai tertinggi) sehingga Kudus memperoleh Adipura


Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Kudus, Agung Karyanto, pernah menyatakan kepada Tirtanews, tetap akan mempertahankan Taman TPA Tanjungrejo Kecamatan Jekulo. Sebab dianggap cukup baik dan layak untuk dikembangkan. Meski sebagian warga beranggapan sebaliknya

TPA Tanjungrejo setiap hari menampung sampah rata rata 130 ton per hari. Menempati lahan seluas 5,6 hektar. Dioperasikan sejak tahun 1991 dan terbagi menjadi 6 zona.


Dari 5,6 hektar tersebut, hampir sekitar 1 (satu hektar) diantaranya untuk membangun Taman TPA Tanjungrejo, yang semula sempat dikunjungi banyak warga.

Kini keberadaannya semakin dipandang sebelah mata, karena dengan keberadaan bendung Logung dan sejumlah tempat wisata yang dikembangkan Desa Tanjungrejo yang tentu saja jauh lebih menarik.(Grace)

BERITA LAINYA