Tempat Ziarah Sunan Kudus dan Sunan Muria Tetap Buka

Peziarah tengah berada di depan ruang tunggu termianl wisata Bakalan Krapyak Kudus, Kamis 14 Januari 2021 (Foto Grace)

Tirtanews.id, KUDUS - Meski Pemerintah kabupaten (Pemkab) telah memutuskan menutup sementara tempat peziarah yang ada di Kota Kretek, namun kenyataannya peziarah secara bergelombang tetap berdatangan. Meski jumlahnya tidak begitu banyak.

Berdasarkan pantauan Tirtanews, Kamis tengah hari (14.1/2021) di terminal wisata Bakalan Krapyak Kecamatan Kaliwungu, terlihat sebuah bus antar kota/kabupaten/provinsi bernomor polisi L (Surabaya), baru saja parkir dan menurunkan penumpang.

Salah satu bus antar kota kabupaten provinsi saat parkir di Terminal wisata Bakalan Krapyak Kudus (Foto Grace)

Selanjutnya penumpang menuju ruang tunggu, untuk beristirahat sejenak. Sebagian lagi menuju toilet dan sebagian lagi ke loket untuk memesan kendaraan (ojek) menuju komplek Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus.

Di depan komplek ini terlihat sejumlah “Mat Kodak” (juru foto) dengan rompi oranye tengah “merayu” peziarah agar bersedia di foto dengan latar belakang Masjid Menara. Sebagian tertarik untuk difoto (tentu saja membayar), sebagian lagi bergegas menuju Tajug, lalu ke makam Sunan Kudus.

Mat Kodak berompi oranye merayu peziarah komplek Makam Sunan Kudus Kamis 14 Januari 2021 (Foto Grace)

Sedang di selatan perempatan Jalan Sunan Kudus/Menara Kudus, hanya terlihat lima angkutan kota yang tengah di parkir di sisi barat. Sebaliknya di komplek Taman Menara, tidak nampak pengojek motor maupun tukang becak. Sementara pedagang kaki lima (PKL) masih banyak yang menjajakan dagangannya.

Dari lokasi ziarah makam Sunan Muria, Desa Colo, 18 kilometer utara Kudus, juga diperoleh informasi tetap buka seperti biasanya. ”Colo (maksudnya tempat wisata) yang ditutup terminalnya Pak. Tapi portalnya tetap dibuka, Cuma tidak ada yang njaga, ”ujar Ridho, koordinator parkir terminal Colo.(Grace)

BERITA LAINYA