Terpapar Covid-19, Biarawati SFSC Di Sikka Dapat Bantuan Kemanusiaan Dari Muslimah NU


Tirtanews.id, KUPANG - Biarawati Katolik penghuni Biara Kongregasi Suster-Suster Fransiskan Hati Kudus Yesus dan Maria (SFSC) Komunitas St. Petrus Alkantara Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat bantuan kemanusiaan dari Pengurus Muslimah Nadhatul Ulama (NU) Cabang Sikka.

Setelah mengetahui Suster-Suster di Biara tersebut menjalani isolasi mandiri, karena seorang anggota biara (Suster) terkonfirmasi positif Covid-19 dan 5 lainnya reaktif rapid test sejak 5 Januari lalu.

Dikutip dari Florespos.net, Ibu-Ibu Pengurus Muslimah NU ini menyambangi Biara SFSC Nita pada, Kamis 14 Januari 2021. Mereka mengenakan pakaian Muslim dan membawa aneka bantuan. Antara lain berupa buah-buahan, alat pelindung diri (APD), hand sanitizer, dan masker. Bantuan diserahkan perwakilan Muslimah NU, Neny.

Kedatangan Ibu-ibu Muslimah yang antara lain Ketua Umum Hj Nurnaningsih dan Ketua I Nurofik.II ini diterima Delegatus (Pimpinan) Kongregasi SFSC Indonesia, Sr. Yosefina Maria Yanti Purnawati, SFSC.

Suster Yosefina mengaku terharu atas kepedulian banyak pihak terhadap komunitas Suster SFSC, khususnya dari Muslimah NU Cabang Sikka.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Muslimah NU Cabang Sikka yang telah mengunjungi kami, dan memberikan motivasi dan bantuan untuk kami yang sementara menjalani karantina mandiri. Sekali lagi, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami, ”katanya.

Ia juga mengungkapkan : hingga Kamis 14 Januari 2021 masih ada seorang suster SFSC yang dinyatakan positif covid-19, dan 5 suster dan calon suster lainnya dinyatakan positif rapid antigen.

“Dua dari enam suster ini sedang menjalani isolasi di RSUD Maumere, dan 4 orang suster lainnya menjalani karantina mandiri di Biara Suster SFSC Nita, ”katanya.

Suster Yosefina menambahkan dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah covid-19, para Suster Kongregasi Suster SFSC juga rutin menggelar senam meditasi di halaman komunitas setiap hari sejak akhir pekan lalu. Senam meditasi dipimpin instruktur Senam, Sr. Christina Carmina Mince, SFSC. (Media Kupang/Grace)

BERITA LAINYA