Semakin Membaik Pelaksanaan Program Sembako di Kudus

Membopong beras 10 kilogram 1

Tirtanews.id, KUDUS - Pelaksanaan program sembilan bahan pokok (sembako) 2020 di Kabupaten Kudus yang sempat amburadul, maka sejak tiga bulan terakhir mulai menunjukkan bukti ke arah “jalan” yang benar. Artinya sembako senilai Rp 200.000 yang diberikan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendekati kenyataan-sesuai nilainya.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) P3AP2KB Kudus, Mundir yang ditemui di ruang kerjanya Selasa (9/2021). “ Jadi setiap KPM memperoleh 13 kilogram beras dan satu kilogram telor ayam, Itu yang baku, Lalu dihitung harganya, jika masih ada sisa maka bisa diberikan bahan lain sesuai kesepakatan antara KPM dan E Warong (warung elektronik). Kami juga tindak lanjuti dengan membuat aplikasi, meski untuk sementara baru ditrapkan di Kecamatan Kota Kudus dan Jati, ” tuturnya.

Mundir Ka Dinsos Kudus

Mundir menambahkan, sampai saat ini tidak/belum ada perubahan tentang program sembako 2020 tersebut. Nilainya masih tetap sama. Begitu pula bank pelaksana masih di tangan Bank BNI Kudus hingga menyangkut mekanisme penyalurannya. “Hanya saja ada perbaikan dari pihak Bank BNI maupun dari kami (Dinsos). Ada satu E Warong yang dinon-aktifkan. Peralatan gesek dibenahi. Kami juga setiap saat terjun langsung ke lapangan”

Aris, salah satu E Warong yang beralamat di Desa Getaspejaten Kecamatan Jati membenarkan untuk saat ini tidak lagi terdengar “keluh kesah” para KPM - warga kurang mampu terhadap pelaksanaan pembagian sembako. “Dengan adanya penambahan aplikasi membuat semua pihak yang terkait dalam program ini semakin transparan dan lebih hati-hati. Bagi saya itu lebih baik, meski sejak awal saya sudah melakukannya-banyak yang menyebut saya E Warong mandiri. Saya selalu berusaha untuk menyajikan sembako ini sesuai aturan yang berlaku. Toh tetap memperoleh keuntungan” tegasnya.

Salah satu E Warong di desa Bulungcangkring Jekulo Kudus (Foto Grace)

Biasanya sembako diberikan melalui E Warong yang jumlahnya sekitar 148 unit antara tanggal 10-20 setiap bulannya. Dengan jumlah KPM sekitar 58.000 orang (setelah ada penambahan KPM baru dampak Covid-19), Sedang total nilai rupiahnya sekitar Rp 11 miliar lebih.

Amburadulnya program sembako 2020, antara lain masih terjadi system paket. Adanya pemasok yang diragukan profesinya karena tidak memiliki modal yang cukup. Seperti penggilingan padi/pengusaha beras, peternakan ayam (telor), dengan bukti legal formal dari pemerintah/dinas/instansi. Pendamping yang justru turut menentukan sosok pemasok, serta masih banyak “kasus” lainnya Program sembako 2020 di Kabupaten Kudus, sempat pula disorot Komisi VIII DPR RI saat berkunjung ke Kabupaten Kudus, Selasa (21/7/2020).(Grace)

BERITA LAINYA