![]() |
| DLH Kota Serang Dorong Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Percepatan Pembentukan Bank Sampah di Kelurahan Walantaka. |
SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai langkah memperkuat kebersihan lingkungan. Salah satu upaya yang digencarkan yakni membiasakan warga memilah sampah sejak dari rumah sekaligus mempercepat pembentukan bank sampah di tingkat kelurahan.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, menegaskan penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Menurut Farach, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat perlu diperkuat, mulai dari kebiasaan memilah sampah, pengolahan sampah rumah tangga, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
"Kami selaku pemerintah mengharapkan peran kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, sehingga penanganan dan penuntasan masalah sampah ini bisa kita laksanakan secara paripurna," ujar Farach, Kamis (15/10/2026).
Salah satu langkah yang terus didorong DLH Kota Serang adalah memperluas keberadaan bank sampah. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya sekaligus meningkatkan nilai guna sampah yang masih bisa dimanfaatkan.
Berdasarkan data yang disampaikan DLH Kota Serang, jumlah bank sampah telah mencapai sekitar 114 unit, meningkat dari sebelumnya sebanyak 67 unit. Pada 2026, DLH menargetkan jumlahnya bertambah hingga 250 unit yang tersebar di berbagai wilayah Kota Serang.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, DLH juga merencanakan penerapan akreditasi bagi bank sampah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta mendorong pengelola bank sampah menjalankan kegiatan secara lebih terarah.
Pengelolaan bank sampah nantinya juga diarahkan untuk menangani berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga minyak jelantah. Pemilahan berdasarkan jenisnya diharapkan memudahkan proses pengolahan sekaligus mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
DLH Kota Serang pun terus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat memahami bahwa penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Kebiasaan sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik dinilai dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kota.
Selain memilah dan mengolah sampah, Farach mengingatkan masyarakat agar turut menjaga keberlanjutan pelayanan kebersihan dengan memenuhi kewajiban membayar iuran sampah sesuai ketentuan yang berlaku.
"Yuk, kita sama-sama menuntaskan masalah sampah. Kami mengajak masyarakat untuk bisa memilah dan mengolah sampah, tertib membayar iuran sampah, serta lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan kita," tandasnya.
Melalui penguatan bank sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat, DLH Kota Serang berharap pengelolaan sampah dapat menjadi kebiasaan bersama, bukan sekadar kegiatan insidental. Dengan demikian, upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dapat dimulai dari rumah, diperkuat di tingkat kelurahan, hingga menjadi gerakan bersama di seluruh Kota Serang. (ADV)
